Oleh: ustadsfahrur | Februari 8, 2009

Renungan bagi guru seni

PEMBELAJARAN SENI DISEKOLAH

Suatu pagi di sebuah kelas sekolah dasar, Pak Guru Kesenian baru mengajarkan materi drama. Kali ini drama mengambil tema suasana kehidupan pak tani di sawah. Seluruh anak di kumpulkan di aula sekolah. Anak-anak sangat senang dengan pelajaran ini. Mereka sangat bersemangat mengikuti kegiatan itu. Pak guru membuat beberapa kelompok. ada kelompok pohon, kelompok hewan dan kelompok pak tani.

Mereka disuruh untuk menirukan apa yang telah guru tentukan. Kelompok pohon menirukan gerakan pohon terkena angin. Kelompok burung menirukan gerakan-gerakan burung yang terbang bebas di sawah. dan kelompok pak tani memperagakan gerakan pak tani mencangkul di sawah. Mereka sangat asyik beraktivitas dengan kelompoknya masing-masing. Namun, tiba-tiba terdengar suara tangisan seseorang siswa. Pak guru mendapati seorang menangis karena tidak bisa bersama-sama dengan temannya menirukan gerakan pohon yang terkena angin. Anak itu merasa tidak mampu menirukan gerakan pohon secara bersama-sama. Dia sangat malu,minder akan kejadian itu.akhirnya kurang percaya diri.

Pak guru dengan bijaksana mendekati anak tersebut. kemudian menawarkan anak tersebut berganti peran menjadi batu. karena disawah sering kita jumpai bebatuan.Dengan malu malu anak itu menyanggupi. Latihanpun berjalan lancar kembali. Akhirnya semua anak bisa pentas dengan riang gembira. Si anak yang tadinya minder akhirnya menemukan kepercayaan diri. Ketika diwawancarai anak tersebut berkata :
SAYA SENANG BISA IKUT ANDIL PENTAS DRAMA…..
TERNYATA BERKARYA SENI ITU MUDAH DAN MENYENANGKAN.

Itulah hakekat pembelajaran seni di sekolah …..!!!


Responses

  1. suatu pagi murid saya mau mengundurkan diri dari pilihan mapel seni budaya (dia milih tari). dia ketakutan nanti tidak bisa menari. dengan santai saya bilang coba aja deh, sekali saja. Eh….siangnya dengan riang di berkata, “bu….saya tidak jadi pindah ke seni rupa, ternyata nari enak dan tidak sulit”. jadi kita harus memberi sugesti positif pada anak-anak yang seperti itu. saya juga katakan ikut seni tari bukan berarti harus jadi penari atau pintar menari.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: