Oleh: ustadsfahrur | Maret 8, 2009

Rakor JIS DIY 2009

 

Baca Selengkapnya..

Oleh: ustadsfahrur | Februari 20, 2009

Musik Vokal

MUSIK VOKAL
Adalah musik yang bersumber dari suara manusia.
ada 3 jenis musik vokal :

  1. Solo /tunggal
  2. Paduan Suara Keci : Duet, Trio, Kwartet, Kwintet, Sextet, dan Septet.
  3. Opera : perpaduan musik vokal dengan drama
  4. Paduan suara : Nyanyian yang dibawakan secara bersama-sama/berkelompok

NADA : suara yang beraturan
TANGGA NADA : nada yang telah diatur secara urut berdasarkan tinggi rendahya suara  (c-d-e-f-g-a-b-c’)
JENIS ALAT MUSIK :

  1. Melodis
  2. Harmonis
  3. Ritmis
  4. JENIS  SUARA MANUSIA
Oleh: ustadsfahrur | Februari 15, 2009

SMP 5 PGRI Denpasar

Akhir tahun 2008 kemarin  admin mendapat tugas untuk mewakili sekolah mengikuti study banding ke SMP 5 PGRI Denpasar Banyak hal baik yang dapat kita ambil sebagai contoh. Diantaranya adalah, ketika mereka menerima kedatangan rombongan study tour. Semua siswa menyambut dengan ramah, senyum rombongan kami. Ada perasaan bangga dan senang mendapat sambutan yang luar biasa tersebut.Hal ini juga terjadi di negara Jepang. Untuk menyambut rombongan tamu, mereka berbaris sambil tepuk tangan kepada tamu tersebut.

Sebuah ironi bagi sekolah kita, adanya tamu yang datang sering kita tanggapi sambil lalu, bahkan kita kadang malah cuek menggapinya. Sebuah hal yang sebenarnya tidak pantas kita perbuat. Sebagai seorang suku Jawa kita diajarkan untuk selalu ramah pada tamu. Bila kita seorang muslim juga diwajibkan untuk selalu menjamu tamu kita dengan ramah dan senyum, agar tamu tersebut merasa senang di tempat tinggal/tempat kerja kita.

Sebaiknyalah mari kita mengambil sontoh dari hak tersebut diatas.Bukankah itu sebuah ladang amal sholeh bagi kita!!

Sambutan SMP 5 PGRI Denpasar
Sambutan SMP 5 PGRI Denpasar
Oleh: ustadsfahrur | Februari 15, 2009

Pesona Bali

Bali disebut pulau Dewata. yang bisa diartikan sebagaitempat bersemayamnya para dewa-dewa. Tepapi juga bisa bermakna pulau yang indah mempesona, pulau impian maksudnya. Bagi yang belum berkunjung disana pasti dibuatnya penasaran. bagi yang telah berkunjung tak bosan-bosannya ingin kembali berkunjung lagi. Berikut sekelumit kenangan manis Admin di pulau Bali.

Pesona alam Bali

Oleh: ustadsfahrur | Februari 9, 2009

Sekilas Tentang Not Balok

Paranada, Garis Birama, dan Clef

Untuk menulis not balok kita memerlukan garis-garis paranada yang berjumlah lima garis. Urutan dihitung dari bawah ke atas.

Di dalam paranada terdapat garis-garis yang memisahkan not-not dengan jumlah ketukan sesuai tanda birama yang ada misalnya 4/4 maka setiap 4 ketukan dipisahkan oleh garis yang disebut garis birama atau garis bar.

Pada setiap garis dan di antara garis-garis, kita tempatkan not atau nada-nada c, d, e, f, g, a, b, c dst. Penempatan sesuai dengan kunci yang kita gunakan, misalnya do=c maka pada garis 1 terletak nada 3 (mi) atau e.

Pada awal paranada biasanya kita menempatkan “kunci” yang disebut “clef”. Ada bermacam-macama clef: treble, bass, tenor, dan alto. Namun biasanya yang umum digunakan adalah clef treble dan bass.

Treble ClefClef treble Bass clefClef bass

Penggunaan clef treble dan bass secara bersamaan disebut “grand staff”

The Grand Staff


Menempatkan Not dalam Paranada.

Penempatan not-not dalam paranada harus memperhatikan kunci yang digunakan, misalnya dengan cleff treble, do=c maka kita harus menambahkan satu garis di bawah. Di bawah garis tambahan masih bisa ditambah lagi, demikian juga ke atas masih bisa ditambah lagi sesuai dengan kebutuhan not rendah atau tinggi yang dibutuhkan dalam sebuah lagu, memerlukan berapa oktaf. Satu oktaf terdiri dari 8 nada.

c, d, e, f, g, a, b, c, d, e, f, g, a, b, c, dst.

Oleh: ustadsfahrur | Februari 8, 2009

Renungan bagi guru seni

PEMBELAJARAN SENI DISEKOLAH

Suatu pagi di sebuah kelas sekolah dasar, Pak Guru Kesenian baru mengajarkan materi drama. Kali ini drama mengambil tema suasana kehidupan pak tani di sawah. Seluruh anak di kumpulkan di aula sekolah. Anak-anak sangat senang dengan pelajaran ini. Mereka sangat bersemangat mengikuti kegiatan itu. Pak guru membuat beberapa kelompok. ada kelompok pohon, kelompok hewan dan kelompok pak tani.

Mereka disuruh untuk menirukan apa yang telah guru tentukan. Kelompok pohon menirukan gerakan pohon terkena angin. Kelompok burung menirukan gerakan-gerakan burung yang terbang bebas di sawah. dan kelompok pak tani memperagakan gerakan pak tani mencangkul di sawah. Mereka sangat asyik beraktivitas dengan kelompoknya masing-masing. Namun, tiba-tiba terdengar suara tangisan seseorang siswa. Pak guru mendapati seorang menangis karena tidak bisa bersama-sama dengan temannya menirukan gerakan pohon yang terkena angin. Anak itu merasa tidak mampu menirukan gerakan pohon secara bersama-sama. Dia sangat malu,minder akan kejadian itu.akhirnya kurang percaya diri.

Pak guru dengan bijaksana mendekati anak tersebut. kemudian menawarkan anak tersebut berganti peran menjadi batu. karena disawah sering kita jumpai bebatuan.Dengan malu malu anak itu menyanggupi. Latihanpun berjalan lancar kembali. Akhirnya semua anak bisa pentas dengan riang gembira. Si anak yang tadinya minder akhirnya menemukan kepercayaan diri. Ketika diwawancarai anak tersebut berkata :
SAYA SENANG BISA IKUT ANDIL PENTAS DRAMA…..
TERNYATA BERKARYA SENI ITU MUDAH DAN MENYENANGKAN.

Itulah hakekat pembelajaran seni di sekolah …..!!!

Oleh: ustadsfahrur | Januari 9, 2009

Metode Pembelajaran Seni Musik

PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN SENI MUSIK

Metode-metode pembelajaran musik

Menurut Mason yang pemikirannya banyak dipengaruhi oleh Pestalozzi, pendidikan musik di sekolah bukan untuk menciptakan musisi-musisi profesional namun untuk mengembangkan musikalitas siswa yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan usia siswa. Pendidikan musik di tingkat dasar sebaiknya melibatkan pengalaman-pengalaman konkret yang dilakukan siswa secara mandiri sebelum menghadirkan teori-teori (prinsip praktek sebelum teori). Pengalaman-pengalaman tersebut sebaiknya melibatkan hal-hal yang disukai dan sesuai dengan perkembangan psikologis siswa.

Pandangan Dalcroze terhadap pendidikan musik adalah mengenai tiga hal yang harus dihadirkan dalam mengajar, yaitu: Eurhythmic, Improvisasi dan Solfege. Dalam Eurhythmic, siswa dapat mengembangkan kemampuan mereka dengan menyeimbangkan ide-ide yang ada dalam pikirannya dengan gerak tubuh secara cepat dan tepat. Dalam latihan Eurhythmic, Dalcroze melibatkan improvisasi musik dan gerak tubuh. Teknik Solfege yang ia terapkan ditujukan untuk mengembangkan kemampuan siswa agar dapat menyanyi dengan pitch yang tepat, meningkatkan kepekaan pendengaran dan melatih konsentrasi dan ingatan siswa.

Dalam proses pembelajaran, Kodaly menggunakan tahap-tahap praktis seperti: penggunaan tonik solfa, rhythm syllables dan hand sign atau hand singing, yang merupakan perpaduan teknik-teknik praktis yang telah dilakukan oleh tokoh-tokoh pendidikan musik lainnya secara terpisah. Pendidikan musik di sekolah sebaiknya dapat mengembangkan keterampilan para siswa dalam menguasai bahasa musik yang dimulai sejak usia dini, aktivitas menyanyi dengan menggunakan lagu-lagu tradisional yang dikenal siswa, dan melibatkan musik dalam pelajaran-pelajaran lain.

Menurut Orff pendidikan musik harus melibatkan improvisasi dan kreasi dalam proses pembelajaran dengan memfokuskan pada penggunaan bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh tubuh dan pola-pola ritmik. Sama halnya dengan tokoh-tokoh musik lainnya, Orff menekankan pula bahwa pendidikan musik harus mendahulukan praktek atau pengalaman konkret sebelum teori. Dalam buku ‘Orff Schulwerk’ yang ia ciptakan bersama Keetman, Orff melibatkan dua aktivitas: pengembangan (expl)

Pengajaran musik di sekolah

Sesuai dengan tujuan kurikulum pendidikan kesenian di SMP dan SMU tahun 1994 maka pembelajaran musik di sekolah sebaiknya melibatkan aktivitas-aktivitas menyanyi, memainkan instrumen, melatih kepekaan telinga (ear training), improvisasi dan berkreasi. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mengembangkan fungsi jiwa, perkembangan pribadi dengan memperhatikan lingkungan sosial budaya peserta didik di sekolah dan dapat dilakukan di tingkat pendidikan SMP maupun SMU sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir serta perkembangan mental dan fisik siswa.

Dalam proses pembelajaran, Gordon menyarankan teknik audiation yaitu teknik yang memotivasi siswa untuk belajar dengan cara mendengar sekaligus mamahami materi pengajaran yang disampaikan. Teknik ini dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan dan pemahaman serta sensitivitas siswa terhadap melodi, interval, ritme dan birama, tonalitas dan ‘rasa’ harmoni yang merupakan dasar pengetahuan mereka untuk dapat berimprovisasi dan berkreasi secara kreatif sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam kurikulum di SMP dan SMU tahun 1994.

Peranan guru dalam pembelajaran musik sebaiknya tidak mendominasi proses pembelajaran di kelas. Guru diharapkan untuk menjadi fasilitator yang dapat memotivasi pengembangan musikalitas siswa, misalnya dengan memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan bermain musik sebanyak-banyaknya, membiarkan siswa bekerja dalam kelompok kecil, membiarkan siswa bekerja dengan ide-ide mereka dan mengalami yang telah mereka miliki, memberikan batas-batas materi pembelajaran yang jelas, meningkatkan rasa ingin tahu dan pemahaman mereka tentang pelajaran musik dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Selain aktivitas yang dilakukan dalam proses pembelajaran di kelas, guru juga dapat memotivasi siswa untuk melakukan kegiatan di luar kelas, seperti mengadakan kerjasama dengan seniman-seniman tradisional untuk melakukan pertunjukan seni atau diskusi. Melalui kegiatan ini, siswa dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan mereka tentang kesenian tradisional yang diharapkan dapat menambah perbendaharaan pemahaman mereka dalam melakukan aktivitas-aktivitas dalam pembelajaran musik secara menyeluruh.

Desain pembelajaran seni musik

Desain pembelajaran I menjelaskan salah satu aktivitas yang dapat dilakukan dalam proses pembelajaran musik di tingkat SMP sesuai dengan kurikulum pendidikan kesenian/seni musik. tahun 1994 yang ditujukan “agar siswa mampu berkreasi bermain musik ansambel” (Kelas II Cawu 2), dan dapat mengembangkan kreasi musik sederhana dan memainkannya secara kebmpok. Aktivitas yang dilakukan dalam desain

pembelajaran I ini berhubungan pula dengan tujuan pembelajaran musik di kelas III yang bertujuan agar “siswa mampu mempersiapkan pergelaran musik (Cawu 2), khususnya dalam memainkan karya pribadi. Desain pembelajaran ini menggunakan gabungan dari beberapa metode pendidikan musik yang telah diuraikan dalam Kegialan Belajar 1 dan 2. Metode-metode yang digunakan antara lain: ‘prinsip praktek sebelum teori’ atau ‘bunyi sebelum simbol’ (Mason), Dalcroze Eurhythmic yang melibatkan perkembangan unsur mental dan emosi, fisik dan musikalitas para siswa didik, penguasaan ‘bahasa musik’ (musical literacy) (Kodaly dan Orff), dan aktivitas belajar dalam kelompok ansambel (Orff).

Dalam desain pembelajaran II, metode-metode yang digunakan sama dengan yang digunakan dalam desain I namun ditambahkan dengan pengetahuan dan sensitivitas para siswa terhadap lingkungan sosial budaya di sekitar mereka. Hal ini bertujuan agar kecintaan siswa terhadap kesenian tradisional mereka dapat meningkat dan dapat melestarikannya sebagai identitas budaya bangsa di masa mendatang. Dalam desain II ini digunakan pula prinsip pengajaran dari Orff yaitu: pengembangan bunyi dan bentuk; penerapan prinsip imitasi ke tahap kreasi dengan cara mengamati, mengimitasi, bereksperimen dan berkreasi serta meningkatkan kemampuan individu untuk dapat bekerjasama dalam asambel.

Oleh: ustadsfahrur | Januari 7, 2009

Blog Guru….penting!

Blog ….  sebuah tantangan  kedepan bagi seorang  guru

Di era teknologi dan komunikasi ini telah banyak perkembangan teknologi yang membikin kita semakuatu tuntutan dalam penguasaan dan pemanfaatannya.Jangan sampai justru kita malah keliru dalm memanfaatkan teknologi tersebut.
Seorang guru yang dahulu sebagai satu-satunya sumber informasi, sumber belajar, sekarang telah berubah menjadi salah satu dari sekian banyak sumber informasi. Sehingga tak heran jika seorang siswa lebih mengetahui informasi/pelajaran dahulu daripada gurunya. untuk itu guru dituntut memiliki sikap yang lebih demokratis.
Disamping itu dahulu kelas menjadi satu-satunya tempat belajar yang utama dari proses belajar mengajar. Sekarang, kelas juga telah berubah sebagai salah satu dari sekian banyak tempat belajar. Salah satu alternatif tempat belajar yang lebih menjanjikan adalah belajar lewat internet yaitu lewat Blog. Dengan Blog siswa dan guru akan lebih sering berkomunikasi tanpa batas waktu, tempat.Seorang guru dapat menuliskan materi-materi pelajaran lewat blog, sehingga semua siswa akan dapat membaca tanpa batas waktu.seoprang guiru juga dapat menampilkan tugas-tugas rumah lewat blog.

Oleh: ustadsfahrur | Desember 21, 2008

Hello world!

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

« Newer Posts

Kategori